Eropa bersiap melakukan modernisasi jaringan listrik terbesar dalam sejarahnya. Sebuah dokumen bocor yang diperoleh Euronews mengungkapkan bahwa Komisi Eropa akan meluncurkan paket investasi hampir €1,2 triliun untuk mempercepat perizinan dan pembangunan infrastruktur kelistrikan, proyek energi terbarukan, serta fasilitas penyimpanan energi di seluruh Uni Eropa (UE).
Langkah ini merupakan respons terhadap keluhan bahwa sistem perencanaan dan perizinan saat ini terlalu lambat dan terfragmentasi—bahkan proyek energi terbarukan dapat memakan waktu hingga 9 tahun hanya untuk mendapatkan izin. Hambatan ini telah menjadi penghalang besar bagi integrasi energi bersih di kawasan.
Delapan Proyek Prioritas dalam “Grids Package”
Dalam paket kebijakan yang akan diumumkan minggu ini, Komisi Eropa telah mengidentifikasi 8 proyek kunci yang harus menunjukkan kemajuan nyata dalam 6–9 bulan ke depan. Proyek tersebut meliputi:
- Interkoneksi listrik lintas negara, terutama:
- Penguatan koneksi melalui Pegunungan Pyrenees untuk integrasi Semenanjung Iberia.
- Penyambungan Siprus ke jaringan daratan Eropa.
- Penguatan integrasi negara-negara Baltik, khususnya koneksi Lituania–Polandia.
- Pengembangan hub interkoneksi lepas pantai di Denmark untuk jaringan Laut Baltik.
- Peningkatan kapasitas penyimpanan energi di Eropa Tenggara.
- Koordinasi politik dan teknis untuk koridor hidrogen selatan (Tunisia–Italia–Austria–Jerman) serta proyek hidrogen Portugal–Jerman.
Komisi juga akan memberikan dukungan untuk proyek penyimpanan dan transportasi hidrogen yang dianggap strategis bagi dekarbonisasi industri berat.
Jaringan Listrik UE: Tidak Lagi Mampu Mengimbangi Transisi Energi
Meski UE berinvestasi besar dalam energi terbarukan, jaringan transmisi justru menjadi titik lemah utama.
- 14 dari 27 negara anggota belum mencapai target interkoneksi 15% pada 2030.
- Ribuan proyek energi bersih tertunda akibat antrean sambungan grid.
- Grid yang menua meningkatkan risiko gangguan besar—termasuk blackout besar April 2025 yang mempengaruhi lebih dari 60 juta orang di Spanyol dan Portugal.
Komisi menilai modernisasi grid akan:
- mempercepat integrasi energi surya & angin,
- menurunkan harga listrik dalam jangka panjang (saat ini 2–3 kali lebih tinggi dari AS),
- memperkuat konektivitas lintas negara,
- meningkatkan kapasitas untuk kendaraan listrik, heat pump, serta elektrifikasi industri.
Respons Industri dan Organisasi Lingkungan
Langkah ini mendapat sambutan luas dari berbagai pihak:
CAN Europe
- Menyambut baik rencana modernisasi grid.
- Menyoroti pentingnya partisipasi publik untuk mencegah penolakan sosial.
- Mengusulkan digitalisasi proses perizinan agar lebih cepat dan transparan.
Eurelectric
- Menekankan pentingnya pumped-storage hydropower, yang mewakili lebih dari 90% kapasitas penyimpanan listrik global.
- Menyerukan investasi lebih besar dalam penyimpanan jangka panjang agar grid tetap stabil ketika penetrasi surya dan angin meningkat.
Investasi Jumbo: €1,2 Triliun Dibutuhkan Hingga 2040
Komisi Eropa memperkirakan kebutuhan investasi sebagai berikut:
- €730 miliar untuk jaringan distribusi
- €477 miliar untuk jaringan transmisi
Skema pendanaan belum final, namun kemungkinan akan melibatkan:
- anggaran UE,
- anggaran nasional,
- pembiayaan swasta,
- skema cost-sharing lintas negara.
Eurelectric menyarankan pembentukan fasilitas desentralisasi untuk pembiayaan grid dalam anggaran multi-tahunan UE 2028–2034.
Modernisasi Grid Jadi Kunci Keberhasilan Transisi Energi Eropa
Paket investasi €1,2 triliun ini menunjukkan keseriusan UE dalam menghadapi tantangan terbesar transisi energi: grid yang usang dan tidak siap menghadapi lonjakan energi terbarukan.
Jika rencana ini berjalan lancar, Eropa dapat menikmati:
- biaya listrik yang lebih kompetitif,
- penurunan risiko blackout,
- integrasi energi bersih yang lebih cepat,
fondasi kuat untuk mencapai net zero 2050.









