loading

Launching Electricity Connect 2025, Kementerian ESDM Tegaskan Transisi Energi Kini Jadi Kebutuhan Nyata Konsumen

Home / News / Launching Electricity Connect 2025, Kementerian ESDM Tegaskan Transisi Energi Kini Jadi Kebutuhan Nyata Konsumen
10. Launching Electricity Connect 2025, Kementerian ESDM Tegaskan Transisi Energi Kini Jadi Kebutuhan Nyata Konsumen

Launching Electricity Connect 2025, Kementerian ESDM Tegaskan Transisi Energi Kini Jadi Kebutuhan Nyata Konsumen

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa transisi energi bukan lagi sekadar kebijakan pemerintah, melainkan kebutuhan nyata bagi konsumen listrik di Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, dalam acara Launching Electricity Connect 2025 yang mengusung tema “Strengthening Energy Resilience, Powering Sovereignty”, diselenggarakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) di Jakarta, Selasa (7/10).

Transisi Energi Jadi Tuntutan Industri dan Konsumen

Dalam pemaparannya, Wanhar menekankan bahwa sektor ketenagalistrikan memegang peran penting sebagai motor pembangunan ekonomi dan pondasi kemandirian bangsa. Tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik, hingga perkembangan teknologi global membuat transformasi sistem energi menjadi sangat mendesak.

“Transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan bukan hanya dorongan pemerintah, tetapi telah menjadi kebutuhan nyata bagi konsumen listrik, terutama sektor industri,” tegasnya.

Akses Listrik Belum Merata: 1,28 Juta Rumah Tangga Masih Belum Teraliri

Meski tingkat elektrifikasi nasional telah menembus angka lebih dari 98%, masih ada sekitar 1,28 juta rumah tangga di wilayah terpencil dan perbatasan yang belum menikmati listrik. Pemerataan akses menjadi PR besar untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal.

Wanhar menyebutkan bahwa permintaan listrik nasional diperkirakan tumbuh rata-rata 6,9% per tahun hingga 2060, dengan sektor industri dan rumah tangga sebagai kontributor terbesar. Ke depan, pasokan listrik Indonesia diproyeksikan didominasi Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti tenaga surya, angin, dan hidrogen.

PLN Targetkan NZE 2060, 76% Penambahan Kapasitas dari EBT

Dalam forum yang sama, Direktur Manajemen Proyek dan EBT PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, menegaskan komitmen PLN mencapai net zero emission pada 2060. Melalui RUPTL 2025–2034, PLN menargetkan 76% penambahan pembangkit berasal dari EBT: surya, angin, hidro, panas bumi, hingga bioenergi.

“Batu bara akan digantikan secara bertahap oleh amonia hijau pada 2045 dan hidrogen pada 2051,” ujar Suroso.

MKI Dorong Sinergi dan Investasi Menuju Kemandirian Energi

Wakil Ketua I MKI, Chairani Rahmatullah, menyampaikan bahwa sejak didirikan pada 1998, MKI berperan aktif memperkuat industri ketenagalistrikan melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan dan peningkatan efisiensi energi.

“Electricity Connect 2025 kami rancang sebagai forum strategis untuk mengintegrasikan kebijakan, teknologi, inovasi, dan investasi guna mendukung kemandirian sektor kelistrikan Indonesia,” jelasnya.

Chairani berharap Electricity Connect 2025 menjadi momentum penting untuk mempercepat transisi menuju energi bersih, memperkuat ketahanan energi nasional, serta mendorong kemandirian industri kelistrikan menuju masa depan hijau dan tangguh.

Menuju Puncak Acara di November 2025

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Electricity Connect 2025 – Meet the Stakeholders, dengan acara utama akan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 19–21 November 2025. Forum tersebut diharapkan menjadi titik temu strategis bagi regulator, pelaku industri, akademisi, dan investor dalam mempercepat transformasi sektor energi Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published.*

Translate »

Buat Schedule Konsultasi