loading

Global: Energi terbarukan akhirnya “mengalahkan”Batubara sebagai sumber listrik utama

Home / News / Global: Energi terbarukan akhirnya “mengalahkan”Batubara sebagai sumber listrik utama
5. Global Energi terbarukan akhirnya “mengalahkan” batubara sebagai sumber listrik utama

Global: Energi terbarukan akhirnya “mengalahkan”Batubara sebagai sumber listrik utama

Wind & Solar Overtake Coal: Tonggak Baru Transisi Energi Global

Lonjakan produksi listrik tenaga angin dan surya pada paruh pertama 2025 menandai babak baru dalam perjalanan transisi energi dunia. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pembangkit energi terbarukan menghasilkan listrik lebih banyak dibandingkan pembangkit batu bara, menegaskan percepatan transformasi sistem kelistrikan global menuju sumber energi yang lebih bersih dan rendah emisi.

Perkembangan ini tercermin dari laporan Ember, yang menunjukkan bahwa kenaikan permintaan listrik global sebesar 2,6 persen telah terpenuhi sepenuhnya oleh pertumbuhan tenaga surya dan angin. Solar mencatat peningkatan produksi sebesar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menyumbang 83 persen dari seluruh kenaikan kebutuhan listrik dunia. Pertumbuhan kapasitas ini sejalan dengan perluasan pemanfaatan energi terbarukan yang semakin merata di berbagai kawasan, terutama Asia.

China dan India menjadi pendorong terbesar dalam ekspansi energi terbarukan dunia, mengungguli Amerika Serikat dan Eropa yang masih menunjukkan ketergantungan lebih tinggi terhadap energi fosil. Di Afrika, Nigeria turut mencatat perkembangan positif. Dengan radiasi matahari mencapai 4,5–6,5 kWh/m² per hari dan peningkatan kapasitas terpasang lebih dari 1.200 MW hingga 2025, negara tersebut kini menjadi salah satu pasar tenaga surya paling dinamis di kawasan. Peningkatan impor panel surya hingga 1,7 GW dalam satu tahun menempatkan Nigeria sebagai importir surya terbesar kedua di Afrika setelah Afrika Selatan.

Studi Ember menganalisis data pembangkitan listrik dari 88 negara—mewakili 93 persen permintaan listrik dunia—untuk menggambarkan perubahan bauran energi sepanjang Januari hingga Juni 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa energi terbarukan mencapai 5.072 TWh, melampaui pembangkitan batu bara yang turun ke 4.896 TWh. Porsi listrik dari energi bersih meningkat dari 32,7 persen menjadi 34,3 persen, sedangkan kontribusi batu bara menurun dari 34,2 persen menjadi 33,1 persen. Perubahan ini ikut menekan emisi sektor ketenagalistrikan, yang turun meski permintaan meningkat.

Temuan ini dipandang sebagai titik balik penting oleh para analis, menandai fase ketika energi terbarukan mulai tumbuh cukup cepat untuk mengimbangi kenaikan permintaan global. Laporan terpisah dari International Energy Agency (IEA) memperkuat pandangan tersebut, memproyeksikan kapasitas energi terbarukan dunia dapat meningkat lebih dari dua kali lipat sebelum akhir dekade, dengan tenaga surya sebagai pendorong utama pertumbuhan.

Dengan biaya teknologi yang terus menurun, dukungan kebijakan yang semakin kuat, serta kemampuan solar dan angin dalam memenuhi kebutuhan listrik baru, sistem energi global kini memasuki masa percepatan transisi. Perubahan mendasar ini bukan hanya menunjukkan pergeseran teknologi, tetapi juga membuka jalan bagi struktur energi masa depan yang lebih tangguh, terdesentralisasi, dan berkelanjutan. Energi terbarukan kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi tulang punggung sistem kelistrikan dunia dalam jangka panjang.

Leave a Comment

Your email address will not be published.*

Buat Schedule Konsultasi